Wanita adalah Makhluk yang Peka Terhadap Perasaan

peka-perasaan

Secara fitrah memang wanita adalah makluk yang peka terhadap perasaan. Untuk itu sering kali menangis adalah hal yang menjadi pelampiasan wanita. Menangis bagi wanita bukan sesuatu hal yang memalukan atau menjadi suatu hal yang membuat rendah diri. Hal ini tentu berbeda dengan lelaki. Lelaki sulit menangis jika memang tidak ada hal yang membuat dirinya benar-benar shock.

Nabi-nabi pun menangis jika mengingat Allah, seperti yang disampaikan dalam Al-Quran,

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam : 58)

Berikut adalah hal-hal yang membuat wanita peka terhadap perasaan dan mudah untuk melampiaskannya dengan menangis.

  • Hormonal

Dalam tubuh wanita terdapat hormon yang bernama Estrogen. Estrogen adalah jenis hormon pada wanita yang paling utama. Fungsi dari hormon ini adalah membentuk berbagai organ kewanitaan, seperti daerah kewanitaan, payudara, atau bagian-bagian dari sistem reproduksi termasuk bentuk-bentuknya. Untuk itu, hormon ini hanya dimiliki oleh wanita dan tidak akan ada tubuh laki-laki.

Adanya hormon estrogen ini berfungsi untuk bisa menjaga agar reproduksi wanita bisa berjalan dengan lancar sesuai sistem. Termasuk di dalamnya meredakan stress, tekanan pada otot-otot tubuh, menghambat pembentukan massa otot. Yang lebih spesial lagi hormon inilah yang memicu wanita juga memiliki rasa empati, mengatur kestabilan emosi, dan mood.

Tentunya dalam tubuh manusia, fungsi kerja hormon tidak selalu bekerja dengan stabil. Hormon wanita kadang naik dan turun. Untuk itu, hal ini mempengaruhi juga kestabilan perasaan dan mood wanita. Wanita bisa lebih peka dan sangat sensitif terhadap perasaan jika hormonal sedang bereaksi atau tidak stabil.

Hormon estrogen ini juga biasanya meningkat saat wanita akan datang masa haid hingga 1 minggu setelah masa haid. Estrogen juga berfungsi untuk membersihkan dinding rahim atas endapan darah haid yang ada di dalamnya. Setelah itu maka akan melancarkan kembali dalam darah dan kembali juga mood atau emosi yang ada dalam tubuh.

  • Fitrah Sebagai Seorang Ibu

Wanita fitrahnya adalah sebagai seorang Ibu. Untuk itu, ia harus memiliki rasa cinta dan kasih sayang yang lebih pada anaknya. Hal ini dikarenakan anak akan banyak berinteraksi dan mendapatkan kasih sayang terbesar adalah dari seorang ibu. Sedangkan Ayah akan lebih sedikit karena harus banyak bekerja dan mencari nafkah.

Tanpa perasaan yang berlebih, intuisi yang tinggi, maka seorang Ibu akan sulit untuk bisa mengurus dan membesarkan anak-anaknya. Untuk itu, fitrah perasaan ini tidak boleh hilang. Sensitivitas perasaan ini harus dijaga secara seimbang agar dapat benar-benar berfungsi sesuai tujuannya.

  • Fitrah Sebagai Istri

Seorang istri tentu memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda dari suaminya. Fitrah sebagai seorang istri dengan cinta dan kasih sayangnya membuat ia lebih peka perasaan dan cintanya terhadap suaminya. Hal ini juga merupakan fitrah wanita. Wanita memiliki tugas dan fungsi di dalam rumah tangga yang juga membahagiakan suaminya dalam hal psikologis atau batin.

  • Memiliki Siklus Bulanan (PMS)

Saat mengalami haidh atau menstruasi wanita seringnya mengalami kesakitan karena proses alamiah yang tubuhnya alami. Untuk itu, hal ini tentu saja akan mempengaruhi wanita dalam merasa dan merespon masalah. Bisa jadi saat ini wanita harus benar-benar berjuang untuk menahan emosi, perasaan, mood yang bisa jadi juga dalam kondisi labil. Untuk itu, ini adalah perjuagan tersendiri bagi seorang wanita untuk tetap bisa menyeimbangkannya.

  • Kekuatan pada Perasaan

Dalam beberapa literatur psikologi, disebutkan bahwa kekuatan wanita memang pada aspek perasaannya. Otak wanita berisi berbagai memori, ingatan dan perasaan-perasaan tertentu. Hal ini berbeda dengan lelaki yang banyak berfikir tentang hal-hal logis, rasional, faktual. Dalam hal merasa, empati, dan juga intuisi laki-laki memiliki kelemahan.

Untuk itulah tidak ada istilah lelaki lebih tinggi dari wanita. Laki-laki memiliki kelebihan dan itulah kekurangan wanita dan wanita memiliki kelebihan itulah kekurangan lelaki. Semuanya Allah ciptakan berdasarkan hukum keseimbangan dan siapa yang paling taqwa itulah yang berderajat tinggi juga mulia.

0 Shares:
You May Also Like