Sholat Sunnah – Amalan, Doa, Niat, dan Penjelasan

Sholat Sunnah

Sholat Sunnah adalah ibadah tambahan yang dilakukan oleh umat Islam selain dari sholat wajib lima waktu. Sholat Sunnah dianjurkan dan dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk pengabdian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai sholat Sunnah, termasuk amalan, doa, niat, dan penjelasannya:

Jenis-jenis Sholat Sunnah

a. Sholat Sunnah Muakkadah: Sholat ini sangat dianjurkan dan dikerjakan secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW. Contohnya adalah Sholat Sunnah Rawatib sebelum dan sesudah sholat wajib.

b. Sholat Sunnah Ghairu Muakkadah: Sholat ini dianjurkan, tetapi tidak dianggap dosa jika ditinggalkan. Contohnya adalah Sholat Sunnah Dhuha dan Sholat Sunnah Tahajjud.

Amalan Sholat Sunnah

a. Persiapan: Berwudhu atau mandi junub jika diperlukan.

b. Niat: Niatkan dalam hati untuk melakukan Sholat Sunnah tertentu yang akan dikerjakan.

c. Pelaksanaan: Melakukan rakaat-rakaat sholat sesuai dengan jenis dan jumlah yang dianjurkan.

d. Bacaan: Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek dalam setiap rakaat, serta melakukan rukuk, sujud, dan duduk di tempat yang tepat.

e. Khusyuk: Menjaga khusyuk dan konsentrasi dalam beribadah kepada Allah SWT.

Doa-doa dalam Sholat Sunnah

a. Doa setelah Takbiratul Ihram: “Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuka.”

b. Doa Rukuk: “Subhana Rabbiyal ‘Azim.”

c. Doa Sujud: “Subhana Rabbiyal A’la.”

d. Doa duduk di antara dua sujud: “Rabbighfirli, Rabbighfirli.”

e. Doa setelah salam: “Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah.”

Penjelasan tentang Sholat Sunnah

Sholat Sunnah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Sholat Sunnah tidak diwajibkan seperti sholat wajib, tetapi pahalanya besar dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat Sunnah juga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki sholat wajib, karena dengan rutin melaksanakan sholat Sunnah, seseorang dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi ibadahnya.

Berikut ini adalah amalan, doa, niat, dan penjelasan mengenai Sholat Sunnah dalam bahasa Arab beserta transliterasi Latin:

Jenis-jenis Sholat Sunnah

a. Sholat Sunnah Muakkadah: Sholat ini sangat dianjurkan dan dikerjakan secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW. Contohnya adalah Sholat Sunnah Rawatib sebelum dan sesudah sholat wajib.

b. Sholat Sunnah Ghairu Muakkadah: Sholat ini dianjurkan, tetapi tidak dianggap dosa jika ditinggalkan. Contohnya adalah Sholat Sunnah Dhuha dan Sholat Sunnah Tahajjud.

Amalan Sholat Sunnah

a. Persiapan: Berwudhu atau mandi junub jika diperlukan.

b. Niat: Niatkan dalam hati untuk melakukan Sholat Sunnah tertentu yang akan dikerjakan.

c. Pelaksanaan: Melakukan rakaat-rakaat sholat sesuai dengan jenis dan jumlah yang dianjurkan.

d. Bacaan: Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek dalam setiap rakaat, serta melakukan rukuk, sujud, dan duduk di tempat yang tepat.

e. Khusyuk: Menjaga khusyuk dan konsentrasi dalam beribadah kepada Allah SWT.

Doa-doa dalam Sholat Sunnah

a. Doa setelah Takbiratul Ihram: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ. (Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuka.)

b. Doa Rukuk: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ. (Subhana Rabbiyal ‘Azim.)

c. Doa Sujud: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى. (Subhana Rabbiyal A’la.)

d. Doa duduk di antara dua sujud: رَبِّ اغْفِرْلِي، رَبِّ اغْفِرْلِي. (Rabbighfirli, Rabbighfirli.)

e. Doa setelah salam: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ. (Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah.)

Penjelasan tentang Sholat Sunnah

Sholat Sunnah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Sholat Sunnah tidak diwajibkan.

Sholat Sunnah memiliki waktu-waktu khusus yang disarankan untuk dilaksanakan. Berikut adalah penjelasan tentang waktu-waktu Sholat Sunnah beserta beberapa literatur, hadis, atau riwayat yang mendukungnya:

Sholat Sunnah Rawatib:

  • Sholat Sunnah Rawatib sebelum Sholat Fardhu Subuh: Dilakukan dua rakaat sebelum Sholat Subuh. Riwayat yang mendukung: Rasulullah SAW bersabda, “Shalat dua rakaat sebelum Subuh adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
  • Sholat Sunnah Rawatib sebelum Sholat Fardhu Dzuhur: Dilakukan empat rakaat sebelum Sholat Dzuhur dan dua rakaat setelahnya. Riwayat yang mendukung: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah menjadikan baginya rumah di surga.” (HR. Abu Dawud)
  • Sholat Sunnah Rawatib sebelum Sholat Fardhu Maghrib: Dilakukan dua rakaat sebelum Sholat Maghrib. Riwayat yang mendukung: Rasulullah SAW bersabda, “Shalat dua rakaat sebelum Maghrib adalah Sunnah yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sholat Sunnah Dhuha:

  • Sholat Sunnah Dhuha: Dilakukan setelah matahari naik lebih tinggi, biasanya setelah terbitnya matahari hingga menjelang waktu Dzuhur. Riwayat yang mendukung: Rasulullah SAW bersabda, “Setiap sendi tubuh manusia harus bersedekah untuk setiap pagi yang ada di dalamnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat Dhuha adalah sedekah yang cukup bagi semua itu.” (HR. Muslim)

Sholat Sunnah Tahajjud:

  • Sholat Sunnah Tahajjud: Dilakukan setelah tidur sejenak, kemudian bangun di tengah malam untuk melaksanakan sholat. Riwayat yang mendukung: Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra’ (17:79), “Dan pada sepertiga malam yang terakhir, bangunlah kamu lalu mengerjakan shalat sunnah tahajjud.” Juga terdapat banyak riwayat yang menyebutkan keutamaan dan anjuran melaksanakan sholat Tahajjud.

Catatan: Waktu-waktu Sholat Sunnah dapat disesuaikan dengan waktu-waktu pelaksanaan sholat wajib dan situasi sehari-hari. Penting untuk merujuk pada pengetahuan dan panduan ulama setempat untuk mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan Sholat Sunnah.

Referensi literatur:

  • Sahih al-Bukhari
  • Sahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud

Berikut adalah beberapa macam Sholat Sunnah beserta doanya dan sumber riwayat atau hadis yang mendukungnya:

Sholat Sunnah Dhuha:

  • Jumlah Rakaat: Bebas, namun dianjurkan antara 2 hingga 12 rakaat.
  • Doa: Tidak ada doa khusus yang disebutkan dalam hadis terkait Sholat Sunnah Dhuha.
  • Riwayat: Tidak ada hadis yang secara khusus menyebutkan doa dalam Sholat Sunnah Dhuha. Namun, melakukan dzikir dan berdoa secara umum dianjurkan setelah selesai melaksanakan sholat.

Sholat Sunnah Istikharah:

  • Jumlah Rakaat: Dua rakaat.
  • Doa: “Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as’aluka min fadlika al-‘azim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta’lamu wa la a’lam, wa anta ‘allamu al-ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadha al-amra khairun li fi dini wa ma’ashi wa ‘aqibati amri (atau: ‘ajili amri wa ajilihi) faqdirhu li wa yassirhu li thumma barik li fihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadha al-amra sharrun li fi dini wa ma’ashi wa ‘aqibati amri (atau: ‘ajili amri wa ajilihi) fasrifhu ‘anni wa srifni ‘anhu waqdir liya al-khaira haithu kana thumma radhini bihi.”
  • Riwayat: Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Jabir bin ‘Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bermaksud melakukan sesuatu, maka hendaklah ia mengerjakan sholat dua rakaat yang bukan wajib, kemudian hendaklah ia berdoa dengan doa istikharah.”

Sholat Sunnah Tahajjud:

  • Jumlah Rakaat: Bisa dilakukan secara berkesinambungan atau dalam beberapa set, umumnya antara 2 hingga 12 rakaat.
  • Doa: Tidak ada doa khusus yang disebutkan dalam hadis terkait Sholat Sunnah Tahajjud.
  • Riwayat: Tidak ada hadis yang secara khusus menyebutkan doa dalam Sholat Sunnah Tahajjud. Namun, melakukan dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa secara umum dianjurkan selama pelaksanaan sholat.

Sholat Sunnah Witir:

  • Jumlah Rakaat: Biasanya dilakukan dalam 1 atau 3 rakaat tunggal, tetapi juga dapat dilakukan dalam jumlah yang ganjil lainnya.
  • Doa Qunut Witir: Allahumma ihdini fiman hadaita wa ‘afini fiman ‘afaita wa tawallani fiman tawallaita wa barik li fi ma a’thaita, wa qini sharra ma qadaita, fa innaka taqdi wa la yuqda ‘alayk, wa innahu la yadhillu man walaita, wa la ya’izzu man ‘adaita, tabarakta Rabbana wa ta’alaita.
  • Riwayat: Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW berdoa dalam sholat Witir, “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami di antara orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berikanlah keamanan kepada kami di antara orang-orang yang telah Engkau beri keamanan, berilah kami perlindungan di antara orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan, berilah keberkahan dalam apa yang telah Engkau berikan kepada kami, dan lindungilah kami dari kejahatan yang telah Engkau takdirkan, karena sesungguhnya Engkau yang menentukan, tidak ada yang dapat menentukan terhadap-Mu. Dan sesungguhnya orang yang Engkau beri perlindungan tidak akan terhina, dan orang yang Engkau jadikan musuh tidak akan dimuliakan. Engkau adalah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi.”

Sholat Sunnah Taubah:

  • Jumlah Rakaat: Biasanya dilakukan dalam 2 rakaat.
  • Doa: Tidak ada doa khusus yang disebutkan dalam hadis terkait Sholat Sunnah Taubah.
  • Riwayat: Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Bakrah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan sholat empat rakaat sebelum sholat Dzuhur dan empat rakaat setelahnya, Allah menjadikan baginya rumah di surga.” Abu Bakrah kemudian bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bagaimana jika aku bisa melakukannya?” Nabi bersabda, “Jika kamu melakukannya, maka Allah akan memberimu rumah di surga.”

One comment

Comments are closed.