Perbedaan Wanita Berhijab dan Tidak Berhijab

berhijab-vs-tidak-berhijab

Seorang wanita, ketika menyusuri jalan dengan mengenakan celana ketat, baju ketat dan cardigan. Maka, sepanjang perjalanan ia menerima ‘gangguan’ dari para pria.

Selanjutnya, jika ia mengenakan gamis berwarna biru muda misalnya dan berkerudung lalu ia kembali berjalan kaki maka kali ini ia dapat menikmati perjalanannya dengan nyaman.

Peristiwa semacam ini, banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak, cara seorang wanita berpenampilan akan menuai reaksi beragam dari lingkungannya. Mungkin bagi sebagian orang, melihat wanita berpakaian seksi adalah hal yang biasa-biasa saja. Namun bagi sebagaian lain, mungkin menganggap bahwa wanita sengaja berpakaian seksi untuk menggoda pria.

Yang benar itu adalah wanita yang malu dengan tidak mengobral auratnya, wanita yang tahu bagaimana cara menghargai dirinya, yakni dengan berhijab. Berhijab dengan cara berjilbab itu cantik di mata Allah dan cantik di mata siapapun yang melihatnya. Wanita berjilbab yang dilindungi dengan jilbabnya seolah memiliki arti “Dia sangatlah berharga, jangan sembarang mendekat apalagi menyentuh.” Lain halnya dengan wanita yang senang berpakaian mengumbar auratnya.

Menurut Imam Nawawi, aurat itu berarti kurang, aib, dan jelek. Oleh karena itu, setiap wanita muslimah  diperintahkan untuk menutup aurat. Hal ini didasarkan pada ayat QS An-Nur: 31: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”. Juga sabda Nabi SAW: “Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Akhirnya, semua pilihan kembali kepada manusia itu sendiri, termasuk memilih berhijab atau tidak. Jadi Ladies, manakah yang akan kamu pilih?

0 Shares:
You May Also Like