Nasihat Nabi Muhammad Untuk Para Istri

nasihat-nabi

Bagaimana Rasulullah bersikap terhadap para istri Beliau? Bagaimana cara Nabi membina keluarga yang bahagia dan penuh kasih sayang?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menuntun kita untuk mempelajari lebih lanjut tentang akhlak Nabi yang mulia khususnya dalam kehidupan pribadi beliau sebagai kepala rumah tangga.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang pencela. Kepada istri-istri Beliau, Nabi Muhammad tidak pernah mencela, dengan celaan yang halus sekalipun. Nabi Muhammad berbicara kepada istri-istrinya dengan bahasa yang santun dan ramah.

Lantas, bagaimana Nabi Muhammad meluruskan ketika sang istri berbuat kesalahan? Ketika ada hal yang tidak sesuai dilakukan oleh para istri atau sahabat, Nabi Muhammad memberikan nasihat dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Berikut beberapa nasihat Nabi Muhammad SAW kepada para istri:

Pertama, istri hendaknya taat kepada suami dalam kebenaran dan menyenangkan hati suami meski harus mempersingkat kewajiban agamanya (ritual ibadah). Nabi bersabda, “ Tidak halal bagi seorang istri berpuasa sunnah sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian), kecuali dengan izinnya.” (Misykat 2 : 72).

Suatu kali Nabi ditanya oleh seorang sahabat, “Siapakah yang terbaik di antara kaum perempuan?” Beliau menjawab, “Istri yang shalihah, menyenangkan apabila dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan, menjaga dirinya dan kekayaan suami saat suami pergi.” (Misykat 2 : 73).

Adapun dalam Al Qur’an disebutkan bahwasanya penjelasan dari perempuan shalihah adalah perempuan yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada. (QS An.Nisa : 43).

Kedua, istri wajib memenuhi ajakan suaminya, kecuali jika tidak memungkinkan untuk berhubungan intim. Nabi bersabda, “ketika seorang suami memanggil istrinya untuk kebutuhannya, hendaklah dia datang kepadanya meskipun sedang berada di dekat tungku.” (Misykat 2 : 61).

Nasihat Nabi Muhammad SAW ini mesti ditempatkan dalam kerangka memelihara hubungan mesra dan cinta antara suami dan istri. Bukan menempatkan istri dalam posisi yang ditekan dan terpaksa menjalani hubungan suami istri.

Ketiga, istri harus senantiasa menjaga kehormatannya di manapun dan kapanpun berada. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Seorang perempuan yang menegakkan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mematuhi suaminya, akan memasuki surga melalui pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Sabda Nabi lainnya, “ Perempuan yang meninggal, sementara suaminya ridha kepadanya (di kala hidupnya) akan masuk surga.” (Misykat 2:60).

Semoga kita dapat mengimplementasikannya dalam biduk rumah tangga kita sehingga bisa meraih surgaNya bersama dengan pasangan halal kita.

0 Shares:
You May Also Like
hijrah-zaman-now
Read More

Konsep Hijrah Zaman Now

Menjadi muslim muhajir yang hakiki. Di antara hal yang membahagiakan adalah maraknya tren hijrah di sosial media, terutama di kalangan para…
sifat-wanita
Read More

6 Sifat Wanita yang Wajib Diwaspadai

Inilah enam sifat wanita muslimah yang mesti dijauhi. Dalam Ihya’ Ulum Ad-Diin, Imam Al-Ghazali rahimahullah menyebutkan: قَالَ بَعْضُ العَرَبِ (لاَ تَنْكِحُوا…
urutan-nafkah
Read More

Urutan Wajib Nafkah Dalam Islam

Ada pemahaman yang terlalu disederhanakan ketika memahami konsep nafkah. Nafkah sebatas dipahami sebagai kegiatan memberikan harta dan kuota…