Kalimat Untuk Menjawab Adzan dan Iqomah

menjawab-adzan-dan-iqomah

Menjawab suara azan yang sedang dikumanadngkan merupakan kesunnahan yang Rasulullah singgung dalam hadisnya, “Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana perkataan muazin.” (HR. Bukhari & Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, Imam Nawawi dalam al-Adzkar menjelaskan, sunnah hukumnya bagi orang yang mendengar azan, agar berzikir dengan mengucapkan seperti lafal yang dibacakan oleh muazin. Kecuali pada lafal Hayya ‘alal falah, maka orang yang mendengarkannya sunnah mengucapkan

Ketika adzan dikumandangkan, maka disunahkan agar kita mendengarkan adzan tersebut. Selain itu kita juga disunahkan untuk menjawab kalimat-kalimat dalam adzan. Bagaimana kalimat untuk menjawab adzan?

Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya “Hayya ‘alash shalaah” dan “Hayya ‘alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan:

لاحول ولاقوّة الاّ بالله

“Laa haula walaa quwwata illa billahi.”

Artinya: Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”

Namun, ketika kita mendengat suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh pada saat muadzin mengucapkan bacaan kalimat:

الصّلاة خير من النّوم

“As shalaatu khairum minan naumi.” [dua kali]

Maka, kita yang mendengarnya, menjawab dengan bacaan:

صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين

“Shadaqta wabararta wa anaa ‘alaa dzaalika minasy syaahidiina.”

Artinya: benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.

Ketika dikumandangkan suara iqamah oleh muadzin, maka sunnah bagi kita menjawab iqamah dengan cara; kalimat-kalimat yang terdengar dijawab sama persis seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat:

“Qad Qaamatish Shalaah”, maka di jawab dengan lafadz atau bacaan sebagai berikut:

أقامها الله وادامها وجعلني من صالحى أهلها

“Aqaamahallahu wa adaamahaa waja’alani min shaalihi ahliha.”

Artinya: “Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, darigolongan orang-orang yang sebaik-baiknya ahli shalat.”

Dan setelah mendengar suara iqamah, kita menjawabnya dengan membaca doa setelah iqamah yaitu sebagai berikut:

الّلهمّ ربّ هذه الدّعوة التّامّة والصّلاة القائمة صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد واته سؤله يوم القيامة

“Allaahumma rabba hadzihid da’watit taammati wash-shalaatil qaa-imati, shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin, wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamati.”

Artinya: “Ya allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah/kabulkan segala permohonannya pada hari kiamat.”

Ketika dikumandangkan suara iqamah oleh muadzin, maka sunnah bagi kita menjawab iqamah dengan cara; kalimat-kalimat yang terdengar dijawab sama persis seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat:

“Qad Qaamatish Shalaah”, maka di jawab dengan lafadz atau bacaan sebagai berikut:

أقامها الله وادامها وجعلني من صالحى أهلها

“Aqaamahallahu wa adaamahaa waja’alani min shaalihi ahliha”

Artinya : “Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, darigolongan orang-orang yang sebaik-baiknya ahli shalat.”

Dan setelah mendengar suara iqamah, kita menjawabnya dengan membaca doa setelah iqamah yaitu sebagai berikut :

الّلهمّ ربّ هذه الدّعوة التّامّة والصّلاة القائمة صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد واته سؤله يوم القيامة

“Allaahumma rabba hadzihid da’watit taammati wash-shalaatil qaa-imati, shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin, wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamati.”

Artinya: “Ya allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah/kabulkan segala permohonannya pada hari kiamat.”

Demikianlah cara menjawab adzan dan cara menjawab iqamah serta bacaan do’a setelah mendengar bacaan adzan dan iqamah yang dikumandangkan oleh muadzin.

You May Also Like