Cara Shalat Taubat

cara shalat taubat

Shalat taubat adalah sunnah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

“Tidak ada seseorang pun yang melakukan dosa, lantas dia membaguskan wudhunya, lalu menegakkan shalat dua raka’at, setelah itu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah pasti akan mengampuninya”. [HR. Abu Dawud no. 1521, Turmudzi no. 406, dan lain-lain. Kata al Albani rahimahullah dalam shahih at Targhib 680: Shahih]

Atas dasar hadits di atas, empat madzhab sepakat menyunnahkan shalat taubat ini. Ini adalah pendapat dari madzhab Hanafi (Hasyiah Ibnu ‘Aabdin II:28), Maliki (Hasyiah As-Shawwi ‘alaas Syarhis Shaghir I:219), Syafi’i (Hasyiah Al-Bajirami ‘alaa Syarhil Khathib I:248) dan Hanbali (Al-Mughni II:99)

 

Waktu Pelaksanaannya

Shalat ini disunnahkan dilakukan kapanpun -siang maupun malam- oleh seseorang yang telah melakukan dosa baik dosa besar maupun dosa kecil. Bahkan shalat ini bisa dikerjakan pada waktu tahrim

Ibnu Taimiyyah rahimahullah saat menjelaskan beberapa shalat sunnah yang dibolehkan dilakukan pada waktu tahrim sekalipun, di antaranya beliau menegaskan:

 

وكذلك صلاة التوبة، فإذا أذنب فالتوبة واجبة على الفور، وهو مندوب إلى أن يصلي ركعتين، ثم يتوب

“Demikian pula shalat taubat, jika seseorang telah melakukan dosa, maka dia wajib segera bertaubat, dan disunnahkan dia untuk shalat dua raka’at, lantas diikuti pernyataan taubat”. (Majmu Fatwa XXIII:215)

 

Apakah ada bacaan khusus untuk shalat taubat?

Tak ada dalil yang menunjukkan surat-surat khusus yang dibaca saat shalat taubat. Demikian pula tak ada nash yang menunjukkan tata cara khusus dalam shalat taubat. Jadi caranya sama saja seperti shalat sunnah lainnya yang dikerjakan dua raka’at (sebagaimana dalilnya telah disebut di atas). Hanya saja setelah selesai shalat taubat dianjurkan untuk melakukan taubat, dengan memperbanyak istighfar dan sebagainya.

 

Dan syarat dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah dengan ikhlas, menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat, yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya)”. (QS. At Tahrim: 8)

You May Also Like