Berhijab Bukan Sekedar Memakai Kerudung

berhijab

Kita memakai hijab semata karena perintah Allah, bukan sekedar mengikuti orang lain, trend, mood, agar disebut sholihah, atau yang lainnya. Selain itu, dalam memakai jilbab kita juga harus dengan cara yang benar. Cara yang dicontohkan oleh Sang Teladan kita, yaitu Rasulullah Saw.

Kewajiban menutup aurat itu adalah bagian dari syariat Islam. Islam memerintahkan perempuan muslimah untuk menutup aurat yang dilakukan hingga warna kulitnya tertutup. Dalil yang menunjukkan ketentuan ini adalah  hadits yang diriwayatkan dari Aisyah r.a bahwasanya Asma’ binti Abu Bakar r.a telah masuk ke ruangan Nabi Saw dengan memakai pakaian tipis, lalu Rasulullah Saw berpaling seraya bersabda:

“Wahai Asma’, jika seorang perempuan telah akil baligh, tidak boleh tampak dari dirinya, kecuali ini dan ini. Beliau mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangan.” (HR. Abu Dawud)

Dalam hadits ini, Rasulullah Saw menganggap Asma’ belum menutup aurat. Karena, saat itu Asma’ menutup auratnya dengan kain yang tipis.

Hari ini kita sudah dipermudah, tanpa perlu repot melilitkan  sesuatu. Kita bisa memakai pakaian rumah seperti daster, piyama, celana, rok, atau pakaian lainnya yang tidak menampakkan warna kulit. Namun ini adalah pakaian khusus yang dipakai di dalam rumah, yaitu dalam kehidupan khusus perempuan, bersama mahramnya.

Jika seorang perempuan muslimah ingin keluar rumah untuk bekerja, menuntut ilmu, atau aktivitas lainnya, maka Islam memiliki  aturan tersendiri. Saat perempuan keluar rumah maka, ia tidak boleh memakai pakaian sembarangan meskipun pakaian tersebut menutup aurat.

Islam mewajibkan muslimah untuk mengenakan jilbab diatas pakaian rumahnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt dalam surat al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi:

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuamu dan isteri-isteri orang mukmin: ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Adapun yang dimaksud dengan  jilbab adalah milhafah (baju kurung) dan mula’ah (kain panjang yang tidak dijahit).

Selain jilbab, perempuan Muslim juga diperintahkan untuk memakai khimar atau kerudung yang menutupi leher dan dadanya. Dalilnya adalah firman Allah Swt dalam surat  an-Nur ayat 31 yang berbunyi: “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, Agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasanya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….”(QS an-Nur: 31).

Jadi, perempuan muslim tidak wajib menutup aurat tidaklah benar. Tidak ada lagi alasan bagi seorang perempuan Muslim untuk tidak memakainya karena ini adalah kewajiban.

Bukan hanya sekedar ikut–ikutan dengan teman sekitarnya.Jika benar mengenakan jilbab dalam karna ALLAH SWT pasti dia juga akan menjaga sholat, lisan, dan perbuatan yang buruk yang dilarang oleh ALLAH SWT.

Terkadang orang yang menggunakan jilbab dalam niatnya hanya ikut–ikutan saja. Dia tidak akan mengerti arti dari jilbab yang ia gunakan karena dia masih sering menggunjing orang bahkan meninggalkan kewajibannya salah satu yang penting adalah sholat bahkan melakukan hal-hal yang melanggar agama, seperti dengan menginap dirumah pacar atau yang bukan mahromnya.

Wallohua’lam

0 Shares:
You May Also Like